ILKOM & LAHAN BASAH

Blog ini di buat sebagai rasa keprihatinan dari program studi ilkom F-MIPA UNLAM terhadap makin rusaknya lingkungan lahan basah di indonesia khususnya dan di dunia pada umumnya.

Lahan Basah Di Martapura

Tungkaran Martapura adalah daerah lahan basah yaterdapat di daerah martapura, yang mampunyai koordinat 3023’55,7” S, 114 49’32,5” E. Daerah ini merupakan salah satu daerah kecil dipelosok Kalimantan Selatan, sebuah wilayah yang merupakan daerah rawa. Kawasan rawa seperti halnya kawasan lainnya yang menjadi rumah bagi organisme kecil (hewan dan tumbuhan) sungguh unik dan menyimpan berjuta panorama yang mempesona. Jarang terpikir oleh kita, kawasan wetland dengan berjuta misteri di dalamnya, ternyata menjadi “rumah” bagi begitu banyak hewan kecil dan tumbuhan gulma, purun dan eceng gondok serta pohon kelapa.

Berdasar pada fakta yang ada, daerah Tungkaran Martapura memiliki beraneka macam flora. Desa Tungkaran yang berada di kecamatan Martapura merupakan daerah lahan basah yang lumayan cukup luas, bahkan hampir sebagian besar daerah tersebut merupakan daerah rawa, lahan basah didaerah ini sangat banyak ditumbuhi tanaman seperti kelakai, kyambang, eceng gondok, purun tikus, teratai dan tanaman liar lainnya,disekitar pinggiran jalan raya banyak warga yang memancing ikan, ternyata didaerah yang penuh tanaman enceng gondok ini banyak juga terdapat ikan ikan air tawar seperti ikan haruan dan papuyu (jenis ikan dalam bahasa banjar). Menurut cerita seorang warga setempat disana juga pernah terdapat buaya,mungkin sampai sekarang pun masih ada tetapi buaya tersebut hidup didaerah yang jauh akan pemukiman penduduk agar habitatnya tidak terganggu. Di daerah tersebut terdapat sungai yang biasanya sangat dibutuhkan oleh orang disekitar sana, biasanya digunakan untuk memancing, transportasi, distribusi, dan banyak hal lagi yang hanya bias dilakukan melewati sungai.

Banyak sekali tumbuhan yang terdapat pada daerah ini, karena pada umumnya daerah rawa adalah daerah yang kaya akan vegetasinya. Pada kesempatan kali ini saya hanya akan menjelaskan 3 jenis tanaman saja, hal ini di karenakan betapa pentingnya tanaman ini ada di daerah rawa tersebut. Tanaman-tanaman tersebut adalah:

- Eceng Gondok (Eichhornia crassipes)

Eceng gondok atau enceng gondok (Latin:Eichhornia crassipes) adalah salah satu jenis tumbuhan air mengapung. Selain dikenal dengan nama eceng gondok, di beberapa daerah di Indonesia, eceng gondok mempunyai nama lain seperti di daerah Palembang dikenal dengan nama Kelipuk, di Lampung dikenal dengan nama Ringgak, di daerah lain banyak dikenal dengan nama Ilung-ilung, di Manado dikenal dengan nama Tumpe. Eceng gondok pertama kali ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang ilmuan bernama Carl Friedrich Philipp von Martius, seorang ahli botani berkebangsaan Jerman pada tahun 1824 ketika sedang melakukan ekspedisi di Sungai Amazon Brasil. Eceng gondok memiliki kecepatan tumbuh yang tinggi sehingga tumbuhan ini dianggap sebagai gulma yang dapat merusak lingkungan perairan. Eceng gondok dengan mudah menyebar melalui saluran air ke badan air lainnya. Walaupun eceng gondok dianggap sebagai gulma di perairan, tetapi sebenarnya ia berperan dalam menangkap polutan logam berat.

Selain enceng gondok, di lahan rawa tersebut juga di tumbuhi oleh tanaman-tanaman seperti purun tikus, kangkung, teratai, talas, genjer, kayapu, kiyambang, juga tanaman jenis pakis yang biasanya orang Kalimantan Selatan menyebutnya dengan nama kelakai serta rumput-rumput yang tinggi dan tumbuh subur diantara tanaman-tanaman enceng gondok.

Disini pembaca pasti bingung, kenapa saya menuliskan enceng gondok kedalam 3 tanaman penting yang ada di daerah rawa. Saya hanya ingin membuat enceng gondok yang biasanya dikenal sebagai gulma, sehingga bisa di anggap sebagai penghasil uang. Mungkin anda sudah bisa membayangkan apa yang telah menjadi ide pokok dari tulisan ini, tapi pada umumnya pemanfaatan enceng gondok hanya ada pada daerah jawa saja. Jadi mudah-mudahan saja bagi para pengangguran se-Kalimantan Selatan bisa memanfaatkan banyaknya enceng gondok di daerah kita yang kaya ini.

- Teratai (Nymphaea)

Teratai (Nymphaea) adalah nama genus untuk tanaman air dari suku Nymphaeaceae. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai water-lily atau waterlily. Pada zaman dulu, orang memang sering mencampuradukkan antara tanaman genus Nelumbo seperti seroja dengan genus Nymphaea (teratai). Pada Nelumbo, bunga terdapat di atas permukaan air (tidak mengapung), kelopak bersemu merah (teratai berwarna putih hingga kuning), daun berbentuk lingkaran penuh dan rimpangnya biasa dikonsumsi. Tanaman tumbuh di permukaan air yang tenang. Bunga dan daun terdapat di permukaan air, keluar dari tangkai yang berasal dari rizoma yang berada di dalam lumpur pada dasar kolam, sungai atau rawa. Tangkai terdapat di tengah-tengah daun. Daun berbentuk bundar atau bentuk oval yang lebar yang terpotong pada jari-jari menuju ke tangkai. Permukaan daun tidak mengandung lapisan lilin sehingga air yang jatuh ke permukaan daun tidak membentuk butiran air. Bunga terdapat pada tangkai yang merupakan perpanjangan dari rimpang. Diameter bunga antara 5-10 cm. Teratai terdiri dari sekitar 50 spesies yang tersebar dari wilayah tropis hingga daerah subtropis seluruh dunia. Teratai yang tumbuh di daerah tropis berasal dari Mesir. Biasanya bunga teratai adalah tempat berteduh, dan berlindungnya berbagai species ikan dari para pemangsa. Bunga teratai merupakan salah satu species tumbuhan, yang mana sangat menunjang suatu ekosistem. Karena biasanya ikan-ikan kecil atau telur-telur ikan sering ada disana. Jadi apabila keberadaan bunga teratai ini tidak ada pada daerah rawa tersebut, maka akan terjadi penurunan terhadap kuantitas dari ikan.

- Padi (Oryza, sativa L)

Sudah tidak bisa kita pungkiri akan betapa pentingnya tanaman padi. Tanaman padi kita sekarang ini sudahmengalami peningkatan, mulai dari kualitas maupun kuantitas. Hal ini di sebabkan mulainya system perdagangan yang mulai merasuki para petani, sehingga hasil padi yang mereka hasilkan pun menjadi lebih meningkat kuantitas dan kualitasnya. Selain ditanam warga untuk kemudian dimanfaatkan dan dikonsumsi sebagai salah satu bahan pokok makanan sehari-hari, padi juga mempunyai beberapa manfaat dibidang farmasi yaitu: Bagian yang digunakan adalah Selaput biji, biji dan tangkai buah. Selaput biji berkhasiat untuk mengatasi penyakit pada lambung dan limpa lemah, beri-beri, pegal dan tangkai berfungsi untuk mengatasi rambut kotor dan keguguran, kemudian biji beras berkhasiat untuk mengatasi demam, diare, gondongan, dan kelaparan.

Terima kasih atas kesediannya membaca tulisan saya ini, mudah-mudahn tulisan ini bermanfaat buat anda.

estuari bagian lahan basah (wetland)

estuari merupakan salah satu ekosistem yang paling produktif sebagai tempat penangkapan ikan yang sangat berharga di Indonesia. Perikanan estuari yang produktif merupakan salah satu faktor yang memberikan sumbangan kesesuaian antara delta sungai dan wilayah di sekitarnya bagi pemukiman penduduk Perairannya yang setengah tertutup dan tinggi produktifitasnya, menyebabkan estuari mampu menopang kehidupan manusia secara lestari, khususnya sebagai sumber pangan dan produksi garam di Indonesia selama berabad-abad. Selanjutnya, estuari Indonesia saat ini digunakan untuk navigasi, budidaya laut, rekreasi, pengembangan pemukiman, dan pembuangan limbah. Selain nilai pakai langsung tersebut, estuari saat ini dikeringkan untuk produksi pertanian seperti di Segara Anakan, Cilacap. Daerah muara sungai yang terlindung dan kaya akan sumberdaya hayati menjadi tumpuan hidup para nelayan, sehingga tidak dapat dihindari terjadinya pemukiman di pinggiran muara sungai. Tidak hanya itu, karena muara sungai ini juga menjadi penghubung daratan dan lautan yang sangat praktis, maka manusia menggunakannya sebagai media perhubungan. Daerah yang terlindung juga menjadi tempat berlabuh dan berlindung kapal, terutama di saat‑saat laut berombak besar. Perkembangan industri pantai menambah padatnya wilayah estuari ini oleh kegiatan manusia karena daratan estuari merupakan akses yang bagus buat kegiatan industri itu, khususnya tersedianya air yang melimpah, baik itu untuk pendingin generator maupun untuk pencucian alat‑alat tertentu dan tidak dapat dihindari nafsu untuk membuang limbah ke lingkungan akuatik.

Sedangkan produk alaminya adalah sebagai lingkungan perairan yang mempunyai kisaran salinitas yang cukup lebar, estuari menyimpan berjuta keunikan yang khas. Hewan-hewan yang hidup pada lingkungan perairan ini adalah hewan yang mampu beradaptasi dengan kisaran salinitas tersebut. Dan yang paling penting adalah lingkungan perairan estuari merupakan lingkungan yang sangat kaya akan nutrien yang menjadi unsur terpenting bagi pertumbuhan fitoplankton. Inilah sebenarnya kunci dari keunikan lingkungan estuari. Sebagai kawasan yang sangat kaya akan unsur hara (nutrien) estuari dikenal dengan sebutan daerah pembesaran (nursery ground) bagi berjuta ikan, invertebrate (Crustacean, Bivalve, Echinodermata, annelida dan masih banyak lagi kelompok infauna). Tidak jarang ratusan jenis ikan-ikan ekonomis penting seperti siganus, baronang, sunu dan masih banyak lagi menjadikan daerah estuari sebagai daerah pemijahan dan pembesaran.

Pada kawasan-kawasan subtropik sampai daerah dingin, fungsi estuari bukan hanya sebagai daerah pembesaran bagi berjuta hewan penting, bahkan menjadi titik daerah bagi jutaan jenis burung pantai. Kawasan estuari digunakan sebagai daerah istrahat bagi perjalanan panjang jutaan burung dalam mencari daerah yang ideal untuk perkembangannya. Disamping itu juga di gunakan oleh sebagian besar mamalia dan hewan-hewan lainnya untuk mencari makan.

Estuaria berperan sebagai penjebak zat hara. Jebakan ini bersifat fisik dan biologis. Ekosistem estuaria mampu menyuburkan diri sendiri melalui :

a. Dipertahankanya dan cepat di daur ulangnya zat-zat hara oleh hewan-hewan yang hidup di dasar estuaria seperti bermacam kerang dan cacing.

b. Produksi detritus, yaitu partikel- partikel serasah daun tumbuhan akuatik makro (makrofiton akuatik) seperti lamun yang kemudian dimakan oleh bermacam ikan dan udang pemakan detritus.

c. Pemanfaatan zat hara yang terpendam jauh dalam dasar lewat aktivitas mikroba (organisme renik seperti bakteri ), lewat akar tumbuhan yang masuk jauh kedalam dasar estuari, atau lewat aktivitas hewan penggali liang di dasar estuaria seperti bermacam cacing.

d. Di daerah tropik estuaria memperoleh manfaat besar dan kenyataanya bahwa tetumbuhan terdiri dari bermacam tipe yang komposisinya sedemikian rupa sehingga proses fotosintesis terjadi sepanjang tahun. Estuaria sering memiliki tiga tipe tumbuhan, yaitu tumbuhan makro (makrofiton) yang hidup di dasar estuari atau hidup melekat pada daun lamun dan mikrofiton yang hidup melayang-layang tersuspensi dalam air (fitoplankton). Proses fotosintesis yang berlansung sepanjang tahun ini menjamin bahwa tersedia makanan sepanjang tahun bagi hewan akuatik pemakan tumbuhan. Dalam hal ini mereka lebih baik, dinamakan hewan akuatik pemakan detritus, karena yang dimakan bukan daun segar melainkan partikel-partikel serasah makrofiton yang dinamakan detritus.

e. Aksi pasang surut (tide) menciptakan suatu ekosistem akuatik yang permukaan airnya berfluktuasi.

f. Pasang umumnya makin besar amplitudo pasang surut, makin tinggi pula potensi produksi estuaria, asalkan arus pasang tidak mengakibatkan pengikisan berat dari tepi estuaria. Selain itu gerak bolak-balik air berupa arus pasang yang mengarah kedaratan dan arus surut yang mengarah kelaut bebas, dapat mengangkut bahan makanan, zat hara, fitoplankton, dan zooplankton.

Peran Ekologis Estuaria

Secara singkat, peran ekologi estuaria yang penting adalah :

a. Merupakan sumber zat hara dan bahan organik bagi bagian estuari yang jauh dari garis pantai maupun yang berdekatan denganya, lewat sirkulasi pasang surut (tidal circulation).

b. Menyediakan habitat bagi sejumlah spesies ikan yang ekonomis penting sebagai tempat berlindung dan tempat mencari makan (feeding ground).

c. Memenuhi kebutuhan bermacam spesies ikan dan udang yang hidup dilepas pantai, tetapi bermigrasi ke perairan dangkal dan berlindung untuk memproduksi dan/atau sebagai tempat tumbuh besar (nursery ground) anak mereka.

d. Sebagai potensi produksi makanan laut di estuaria yang sedikit banyak didiamkan dalam keadaan alami. Kijing yang bernilai komersial (Rangia euneata) memproduksi 2900 kg daging per ha dan 13.900 kg cangkang per ha pada perairan tertentu di Texas.

Andaikata 2 kkal per gram berat basah, hasil ini berarti sekitar 580 kkal per m, atau sebanding dengan hasil ikan dari kolam buatan yang di kelola dan di pupuk paling intensif, tentu saja dengan mengingat bahwa tempat pemeliharaan kijing memerlukan masukan energi dari perairan yang berdekatan.

e. Sebagai tempat budidaya tiram dengan rakit seperti diterapkan di Jepang, dapat meningkatkan lima sampai sepuluh kali dari panen yang diperoleh populasi liar. Sehingga dapat menghasilkan makanan berprotein sebanyak 2.000 kkal per m setiap tahun.

Pentingnya Waktu

Pentingnya Waktu Pentingnya Waktu Pentingnya Waktu Pentingnya Waktu

Labels